Artikel

Dapatkan berbagai ilmu untuk kesehatan untuk Anda dan keluarga
news photo
MRI 1.5 TESLA

 

MRI 1.5 TESLA

Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah prosedur pemeriksaan radiologi yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio, dikombinasikan dengan perangkat komputer untuk menghasilkan penampang melintang dari gambaran tubuh, oleh karena itu MRI cukup aman digunakan untuk ibu hamil dan anak. Kendati demikian, ibu hamil perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter dan menjelaskan setiap detil gejala atau kondisi medis yang dialami selama ataupun sebelum kehamilan. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Kelebihan  MRI 

Ada beberapa kelebihan MRI dibandingkan dengan pemeriksaan CT Scan yaitu :

  • ·         Bersifat non-invasif (tanpa pembedahan)
  • ·         Tanpa radiasi
  • ·         Zat kontras MRI jarang menghasilkan reaksi alergi
  • ·         Gambar struktur jaringan lunak sangat jelas dan detail dibanding teknik pencitraan lain
  • ·         Dapat mencakup sebagian besar tubuh.

 

Risiko & Efek Samping MRI

  • ·      Meski tidak menggunakan radiasi seperti dalam CT scan, pemeriksaan MRI memakai medan magnet yang kuat. Medan magnet ini begitu kuat hingga mampu mempengaruhi benda apa pun yang terbuat dari logam di sekitarnya. Beberapa hal yang perlu diwaspadai :

ü  Benda logam (uang logam, jepit rambut,jam tangan, perhiasan, dll)

ü  Alat elektronik (ATM, kartu kredit, alat bantu dengar)

ü  Katup jantung buatan

ü  Alat pacu jantung (pacemaker)

ü  Spinal Cord Stimulation (SCS)

ü  Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD).

ü  Protesa lutut atau sendi lainnya.

ü  Alat bantu dengar yang dipasang dalam telinga (implant koklea).

ü  Gigi palsu

ü  Tato, karena beberapa jenis tinta berpotensi mengandung logam.

ü  Tindikan di tubuh.

 

  • ·       Kebisingan: ada suara bising hingga mencapai 120 desibel dalam mesin pemeriksaan MRI tertentu. Pasien mungkin akan diberi alat penutup telinga sebelum masuk ke dalam mesin.
  • ·         Stimulasi saraf: sensasi berkedut yang muncul dari proses di dalam mesin MRI.
  • ·     Karena MRI menggunakan gelombang radio, beberapa orang melaporkan merasa sedikit hangat selama prosedur.
  • ·     Masalah zat kontras: bagi pasien gagal ginjal berat yang memerlukan dialisis mungkin akan bermasalah dengan penggunaan zat kontras gadolinium.
  • ·       Masalah kehamilan: disarankan ibu hamil tidak menjalani pemeriksaan MRI pada trimester pertama kehamilan dalam kaitan dengan penggunaan zat kontras yang mungkin mempengaruhi janin.
  • ·       Klaustrofobia: mesin MRI umumnya tertutup di sekelilingnya dan sempit sehingga tidak nyaman bagi pengidap klaustrofobia. Akan tetapi RS Grha kedoya memiliki MRI dengan panjang magnet 125 cm dengan diameter 70 cm (lebih pendek dan lebar) sehingga pasien akan lebih merasa nyaman meskipun  pasien dengan obesitas

 

 MRI digunakan untuk:

Prosedur MRI bisa dilakukan terhadap sejumlah organ tubuh tertentu, untuk mendeteksi kelainan atau gangguan kesehatan yang dialami pasien. Ada berbagai organ yang biasanya diperiksa melalui MRI, di antaranya:

  • ·         Kerusakan atau sumbatan pembuluh darah
  • ·         Kerusakan otak
  • ·         Kanker
  • ·         Multiple sclerosis (MS)
  • ·         Infeksi tulang
  • ·         Kerusakan sendi
  • ·         Masalah saraf di leher
  • ·         Cedera sumsum tulang belakang
  • ·         Stroke (dapat mendeteksi stroke dini)
  • ·         Masalah mata
  • ·         Masalah telinga bagian dalam

Pemeriksaan MRI tersedia di Instalasi Radiologi RS Grha Kedoya (Lantai Lobby)